Oleh : Intan Eugenia – Research Manager Frontier Consulting Group
Ekonomi Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kondisi ini juga menguatkan perekonomian kita terhadap krisis ekonomi yang sedang melanda negara-negara Eropa. Salah satunya adalah tingginya konsumsi domestik Indonesia. Pada tahun 2011, total konsumsi kita tercatat sekitar Rp. 3600-an T sementara tabungan hanya berkisar Rp. 780-an T. Tentu, dari total konsumsi tersebut, Indonesia menjadi negara yang paling “sexy” di Asia Tenggara dari sisi potensi ekonomi. Bayangkan kita memiliki 60 juta rumah tangga dengan total individu mencapai 235 juta jiwa. Minyak goreng merupakan salah satu komoditas yang memiliki konsumsi 10 besar tertinggi dari sisi makanan. Rasanya hampir semua masyarakat Indonesia mengkonsumsi minyak. Dari penelitian yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group, market size minyak goreng bermerek mencapai Rp 12 Triliun setiap tahunnya. Hal ini dihitung dari kebutuhan 29 juta rumah tangga yang berasal dari kelompok SES C ke atas, dengan rata-rata jumlah konsumsi minyak goreng berkisar 3 – 5 liter per bulan. Potensi ini, tentu sangat menarik bagi para pemain minyak goreng bermerek. Kami mencatat ada lebih dari 20 merek nasional yang ada di pasar. Artinya, kompetisi di produk minyak goreng bermerek memiliki tekanan yang tinggi.
Continue Reading