Press Conference dilakukan di Bloem Cafe (FX) Jakarta pada 13 Juli 2011
Tren media sosial kini tidak saja mengubah gaya hidup sebagian besar penggunanya, tetapi juga telah mengubah strategi perusahaan dalam berkomunikasi. Frontier melihat adanya peluang yang besar bagi perusahaan untuk menggunakan media sosial sebagai media alternatif dalam membangun merek dan meningkatkan penjualan.
Frontier Consulting Group, terus melakukan terobosan sebagai upaya untuk terus bertumbuh dan berinovasi. Salah satu langkah Frontier di semester II tahun 2011 adalah pengambilan saham dari MediaWave.
MediaWave adalah sebuah perusahaan di Indonesia yang mengembangkan peranti lunak pengukuran media sosial. Yose Rizal sebagai CEO dari MediaWave dan Erik sebagai COO MediaWave telah mengembangkan software ini selama dua tahun.
Menurut Yose, Frontier Consulting Group adalah mitra stratejik yang tepat. Frontier telah dikenal sebagai perusahaan yang memiliki banyak klien dari perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Frontier juga dikenal luas sebagai perusahaan yang selalu fokus pada pengembangan riset dan pengukuran pemasaran yang esensial terhadap kalibrasi dan efektifitas strategi pemasaran.
Yose berharap, kerjasama antara Frontier Consulting Group dan MediaWave ini juga akan memberi kesempatan yang lebih besar guna mengembangkan MediaWave di masa mendatang untuk mampu bersaing dengan software – software global.
Handi Irawan, selaku Chairman Frontier Consulting Group, sangat optimis bahwa tren media sosial di Indonesia saat ini sangat membutuhkan pengukuran. Banyak perusahaan Indonesia yang masih merasa ragu untuk berinvestasi dalam media sosial karena kesulitan untuk melakukan pengukuran. Padahal dewasa ini hampir semua perusahaan terkemuka di dunia sudah menggunakan social media measurement.
Kendala utama pengukuran sosial media di Indonesia adalah bahasa. Sebelum adanya MediaWave, tidak ada vendor social media monitoring yang bisa melakukan pengukuran sosial media dalam bahasa Indonesia. Pengukuran fundamental seperti positive, neutral atau negative mentions dilakukan dengan menangkap semua percakapan konsumen di media sosial seperti Facebook dan Twitter serta di media lainnya seperti portal berita, video, foto, dan lainLlain di Indonesia. Merek-merek yang mempunyai tingkat intensitas mention yang tinggi dan lebih positif dari merek-merek pesaing memberikan gambaran bahwa merek tersebut memiliki brand image yang kuat dan tingkat loyalitas konsumen yang tinggi.
Pengukuran dilakukan secara terus menerus sehingga perusahaan mampu melacak pergerakan naik atau turunnya kekuatan sebuah merek. Yang lebih penting, pengukuran dilakukan secara real-time sehingga informasi yang didapat selalu aktual.
Handi melihat bahwa di masa mendatang, peran media sosial akan semakin besar. Informasi seputar perusahaan termasuk produk dan jasa yang ditawarkannya akan mudah diperoleh melalui media sosial. Bagi Indonesia yang memiliki pengguna Facebook sebesar 38 juta per Juli 2011 dan pengguna Twitter sejumlah 6 juta, tidak pelak lagi bila media sosial benar-benar akan mempercepat perubahan citra suatu merek atau perusahaan.
Di masa lalu, perusahaan banyak menggantungkan proses komunikasi melalui media yang harus mereka bayar. Tidak mengherankan bila proses pembentukan citra perusahaan relatif lambat dan sangat tergantung pada besarnya anggaran komunikasi. Dengan adanya media sosial, perusahaan mulai melangkah dari proses komunikasi yang menggunakan paid media menjadi owned media. Perusahaan secara individu memiliki media sendiri. Mereka memiliki alamat situs maupun akun Facebook mereka sendiri.
Kehebatan media sosial adalah kemampuan pelanggan yang aktif terlibat dalam membuat content. Proses seperti ini biasanya disebut dengan customer generated content. Pada tahap ini, perusahaan mulai kehilangan kendali terhadap media. Kehilangan kendali di satu sisi, tetapi di sisi lain, perusahaan memiliki kesempatan untuk lebih melibatkan pelanggan dan mengajak pelanggan menjadi active endorser. Ini dikenal dengan sebutan earned media.
Bagi para CEO, pesannya jelas. Perusahaan harus membangun budaya untuk semakin terbuka dan semakin dekat dengan para pelanggannya. Media sosial akan membuat perusahaan semakin transparan dan mudah dimonitor. Perusahaan-perusahaan global dunia sudah mulai menyadari kekuatan media sosial guna membangun citra perusahaan.
UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI:
Frontier Consulting Group
Gading Bukit Indah Blok M No 15
phone : 021 – 4514151 / fax : 021 – 4514152
www.frontier.co.id
Pandu / Peter : digital@frontier.co.id
Related Articles
| Fenomena Gunung Es pada Social Web Monitoring | DM Award – Social Media Achievement Methodology | What’s Your Social Media Strategy? | Siapkah Konsumen Kita Untuk Disapa Di Social Media? |















