facebook facebook twitter rss

Articles Written By: admin

Learning From New Comer : Minuman Saribuah dalam Kemasan Siap Minum (Part 1)

Oleh : Research Division Frontier Consulting Group

Industri minuman ringan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup baik dalam kurun waktu beberapa tahun ini, hal ini terlihat dari semakin maraknya merek minuman ringan yang ada di pasaran. Bahkan, Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) di Indonesia menargetkan konsumsi rata-rata minuman ringan Indonesia di tahun 2015 nanti harus mencapai sebesar 88 liter perkapita, saat ini konsumsi minuman ringan baru mencapai 33 – 50 liter perkapita. ASRIM mengklasifikasikan minuman ringan menjadi 6 jenis yaitu minuman sari buah, minuman berkarbonasi, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), teh siap saji, kopi dan susu siap saji. Frontier Consulting Group pun melakukan survei untuk mengamati kondisi pasar di setiap kategori minuman ringan ini.

Continue Reading

Mereka Yang Perkasa Selama 13 Tahun

Oleh : Handi Irawan D – Chairman Frontier Consulting Group

Kapal Api bukanlah pilihan yang baik sebagai nama untuk dijadikan merek. Bayangkan saja bila ada sebuah produsen kopi yang hari ini meluncurkan kopi yang diberikan nama Kapal Perang, pasti terdengar aneh dan tidak relevan dengan produk kopi. Tetapi, nyatanya, setiap orang yang sudah mendengar nama Kapal Api hari ini, tidak akan membayangkan dalam benaknya sebuah kapal yang ada apinya. Pikiran konsumen yang mendengar kata Kapal Api, akan langsung tertuju kepada sebuah produk kopi. Sebagian mungkin ingat bagian akhir dari jinglenya “jelas lebih nikmat”.

Continue Reading

Top Brand Dalam Pasar Komoditi Bermerek

Oleh : Intan Eugenia – Research Manager Frontier Consulting Group

Ekonomi Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kondisi ini juga menguatkan perekonomian kita terhadap krisis ekonomi yang sedang melanda negara-negara Eropa. Salah satunya adalah tingginya konsumsi domestik Indonesia. Pada tahun 2011, total konsumsi kita tercatat sekitar Rp. 3600-an T sementara tabungan hanya berkisar  Rp. 780-an T. Tentu, dari total konsumsi tersebut, Indonesia menjadi negara yang paling “sexy” di Asia Tenggara dari sisi potensi ekonomi. Bayangkan kita memiliki 60 juta rumah tangga dengan total individu mencapai 235 juta jiwa. Minyak goreng merupakan salah satu komoditas yang memiliki konsumsi 10 besar tertinggi dari sisi makanan. Rasanya hampir semua masyarakat Indonesia mengkonsumsi minyak. Dari penelitian yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group, market size minyak goreng bermerek mencapai Rp 12 Triliun setiap tahunnya. Hal ini dihitung dari kebutuhan 29 juta rumah tangga yang berasal dari kelompok SES C ke atas, dengan rata-rata jumlah konsumsi minyak goreng berkisar 3 – 5 liter per bulan. Potensi ini, tentu sangat menarik bagi para pemain minyak goreng bermerek. Kami mencatat ada lebih dari 20 merek nasional yang ada di pasar. Artinya, kompetisi di produk minyak goreng bermerek memiliki tekanan yang tinggi.

Continue Reading

Siapkah Konsumen Kita Untuk Disapa Di Social Media?

Oleh :  Pandu Kusuma Muntoro – Marketing & Branding Consultant Frontier Consulting Group

Dalam artikel yang saya tulis beberapa bulan yang lalu di Majalah Marketing edisi bulan Agustus 2011 (What’s Your Social Media Strategy?), saya menulis mengenai lima strategi yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam membangun hubungan antara perusahaan dengan konsumen melalui social media. Kelima strategi tersebut (listening, talking, energizing, supporting, dan embracing) telah dikemukakan oleh Li dan Bernoff dalam buku Groundswell: Winning in a World Transformed by Social Technologies. Continue Reading

Marketing Metrics

Oleh : Handi Irawan D – Chairman Frontier Consulting Group

Kalau Anda bertanya kepada para CEO di Indonesia mengenai kelemahan dari tim pemasaran mereka, saya yakin, salah satunya adalah dalam hal pengukuran. Ini juga sangat tercermin dari isi dari marketing plan yang dibuat tim pemasaran perusahaan-perusahaan di Indonesia. Bagian dari marketing plan yang paling tebal, biasanya adalah di bagian strategi dan program. Untuk mereka yang berkecimpung dalam industri consumer goods, maka strategi dan program promosi adalah bagian yang paling detil. Bagi marketer yang bekerja di B to B, maka masalah selling, produk atau inovasi, menjadi inti dari marketing plan. Continue Reading

Switch to our mobile site